Wawasan Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mencatat surplus produksi beras mencapai 75 ribu ton. Kondisi ini membuka peluang kerja sama antar daerah, khususnya dengan Kalimantan Timur yang dinilai memiliki kebutuhan pasokan pangan cukup tinggi.
Gubernur Sulawesi Barat melihat momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong distribusi hasil pertanian secara lebih optimal.
Upaya Perluas Distribusi Hasil Pertanian
Dengan adanya surplus tersebut, Pemprov Sulbar berupaya memperluas jaringan distribusi beras ke luar daerah. Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah yang ditawarkan kerja sama karena kebutuhan konsumsi yang terus meningkat, seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan wilayah.
Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi kedua daerah, baik dari sisi ekonomi maupun ketersediaan pangan.

Baca juga: Perkuat Deteksi Dini Penyakit, Pemrov Sulbar Bangun Labkesmas
Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Distribusi yang merata antar daerah dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah.
Selain itu, kerja sama antar daerah dapat menjadi solusi dalam mengatasi ketimpangan produksi dan kebutuhan pangan.
Dorong Kesejahteraan Petani
Surplus produksi beras yang dimiliki Sulawesi Barat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani. Dengan adanya pasar yang lebih luas, hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan memiliki nilai jual yang lebih stabil.
Hal ini juga menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas.
Harapan Kerja Sama Segera Terwujud
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap tawaran kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dengan sinergi yang baik, kedua daerah dapat saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan demi memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.




