Wawasan Mamuju – Harga telur ayam ras di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan harga tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, terutama menjelang momen Ramadan yang biasanya diikuti dengan tingginya aktivitas konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner.
Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa harga telur yang sebelumnya relatif stabil kini terus merangkak naik. Kondisi ini membuat para pedagang harus menyesuaikan harga jual di tingkat pasar agar tetap bisa menutupi biaya pembelian dari distributor.
Permintaan Meningkat Jelang Ramadan
Salah satu pedagang di Pasar Baru Mamuju mengatakan, kenaikan harga telur mulai terasa sejak beberapa hari terakhir. Hal ini terjadi karena permintaan dari masyarakat meningkat cukup signifikan.
Telur menjadi salah satu bahan pangan yang paling banyak diburu menjelang Ramadan karena banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga bahan baku usaha makanan seperti kue, gorengan, dan hidangan berbuka puasa.
“Permintaan memang meningkat. Banyak yang membeli dalam jumlah lebih banyak dibanding hari biasa,” ujar seorang pedagang di pasar tersebut.
Selain masyarakat umum, permintaan juga datang dari pelaku usaha kecil seperti pedagang kue dan warung makan yang membutuhkan stok telur dalam jumlah besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Telur-Ayam-Ras-di-Pasar-Baru-Mamuju-Jl-Abdul-Syakur-Mamuju-Sula.jpg)
Baca juga: Peduli Sesama, Kemenkum Sulbar Berbagi Takjil Dengan Masyarakat
Harga Terus Merangkak Naik
Akibat meningkatnya permintaan tersebut, harga telur di Pasar Baru Mamuju mengalami kenaikan secara bertahap. Pedagang menyebutkan harga yang sebelumnya berada pada kisaran harga normal kini sudah mengalami peningkatan per rak maupun per kilogram.
Para pedagang berharap harga dapat kembali stabil, meskipun mereka memperkirakan kenaikan masih berpotensi terjadi apabila permintaan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, konsumen mengaku mulai merasakan dampak dari kenaikan harga tersebut. Beberapa pembeli mengatakan mereka harus mengurangi jumlah pembelian atau menyesuaikan anggaran belanja rumah tangga.
Faktor Distribusi dan Pasokan
Selain tingginya permintaan, faktor distribusi dan pasokan dari peternak juga disebut ikut memengaruhi harga telur di pasaran. Jika pasokan dari daerah penghasil telur berkurang atau distribusi mengalami kendala, harga di tingkat pasar biasanya akan ikut terdongkrak.
Para pedagang berharap distribusi dari peternak tetap lancar sehingga stok telur di pasar tidak mengalami kekurangan.
Harapan Harga Kembali Stabil
Baik pedagang maupun pembeli berharap harga telur dapat kembali stabil dalam waktu dekat agar tidak terlalu memberatkan masyarakat, khususnya menjelang Ramadan yang biasanya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan.
Meski demikian, aktivitas jual beli di Pasar Baru Mamuju masih tetap berjalan normal. Telur tetap menjadi salah satu komoditas pangan yang paling dicari oleh masyarakat setiap hari.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.





