Wawasan Mamuju – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat terus memantau progres pemenuhan data dukung dalam rangka pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap satuan kerja memenuhi indikator penilaian secara maksimal dan sesuai ketentuan.
Kepala Kantor Wilayah menegaskan bahwa kelengkapan dan kualitas data menjadi kunci utama dalam proses evaluasi. Oleh karena itu, monitoring dilakukan secara berkala agar tidak ada kekurangan dokumen saat penilaian berlangsung.
Penguatan Komitmen Zona Integritas
Pembangunan WBK merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenkum Sulbar diminta memperkuat komitmen integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kelengkapan data bukan sekadar formalitas, tetapi bukti nyata implementasi reformasi birokrasi,” ujar perwakilan Kanwil.

Baca juga: Paparan Radiasi Mamuju Capai Sembilan Kali Rata-Rata Global
Evaluasi dan Pendampingan Intensif
Dalam prosesnya, tim internal melakukan evaluasi terhadap enam area perubahan Zona Integritas, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, pendampingan juga diberikan untuk memastikan setiap indikator terpenuhi secara substansial.
Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat satuan kerja meraih predikat WBK sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
Dorong Budaya Antikorupsi
Selain fokus pada administrasi dan kelengkapan dokumen, Kanwil juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja antikorupsi di lingkungan instansi. Integritas pegawai menjadi faktor utama dalam mempertahankan predikat WBK jika berhasil diraih.
Dengan pemantauan progres data yang intensif, Kemenkum Sulbar optimistis target pembangunan Zona Integritas dapat tercapai. Upaya ini sekaligus menjadi wujud komitmen dalam menghadirkan pelayanan hukum dan HAM yang bersih serta profesional di wilayah Sulawesi Barat.







