, , ,

Buronan Korupsi Kades Nasrullah Tumbang, 11 Jam Diperiksa, Langsung Ditahan Polresta Mamuju

oleh -793 Dilihat

Wawasan Mamuju — Setelah berbulan-bulan menjadi buronan, mantan Kepala Desa (Kades) Nasrullah akhirnya berhasil diamankan aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju. Penangkapan ini sekaligus mengakhiri pelarian Nasrullah yang terjerat kasus dugaan korupsi anggaran desa. Usai ditangkap, ia langsung menjalani pemeriksaan intensif selama 11 jam sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Penangkapan di Lokasi Persembunyian

Nasrullah diketahui telah lama dicari pihak kepolisian setelah ditetapkan sebagai buronan atas kasus penyalahgunaan dana desa yang menyebabkan kerugian negara. Tim Resmob Polresta Mamuju akhirnya berhasil menemukan persembunyiannya di sebuah lokasi yang dirahasiakan, demi kepentingan penyidikan.

Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Polisi langsung membawa Nasrullah ke Mapolresta Mamuju untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait sejumlah dugaan penyimpangan anggaran selama ia menjabat sebagai kepala desa.

Diperiksa 11 Jam Nonstop

Sesampainya di kantor polisi, Nasrullah menjalani pemeriksaan ketat yang berlangsung hingga 11 jam. Penyidik menggali berbagai aliran dana desa yang diduga diselewengkan, mulai dari program pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan administrasi desa yang tidak sesuai prosedur.

Menurut penyidik, Nasrullah memberikan banyak keterangan yang saling berkaitan dengan temuan audit. Pemeriksaan panjang dilakukan untuk memastikan konstruksi perkara lengkap sebelum menetapkan status hukum terhadap yang bersangkutan.

Kades Nasrullah
Kades Nasrullah

baca juga: Keadilan Bagi Masyarakat, Kemenkum Sulbar Dampingi Calon Paralegal

Langsung Ditahan Usai Pemeriksaan

Setelah melalui proses pemeriksaan, Polresta Mamuju secara resmi menahan Nasrullah. Penahanan dilakukan untuk mencegah tersangka melarikan diri kembali, menghilangkan barang bukti, atau memengaruhi saksi yang akan diperiksa selanjutnya.

Kapolresta Mamuju menegaskan bahwa penanganan kasus korupsi dana desa merupakan prioritas, mengingat penggunaan anggaran desa harus transparan demi kepentingan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan negara untuk desa benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Kasus Korupsi Dana Desa Terus Menjadi Sorotan

Kasus yang menjerat Nasrullah menambah daftar panjang pejabat desa di Sulawesi Barat yang terlibat penyalahgunaan anggaran. Penegak hukum menilai, korupsi di tingkat desa sering terjadi akibat lemahnya pengawasan serta rendahnya kapasitas pengelolaan keuangan.

Dengan penangkapan Nasrullah, Polresta Mamuju berharap menjadi efek jera bagi aparat desa lainnya agar bekerja secara transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah juga diminta memperketat pengawasan penggunaan dana desa serta meningkatkan pendampingan.

Proses Hukum Berlanjut

Polisi memastikan kasus ini akan segera dilimpahkan ke kejaksaan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap. Sejumlah saksi tambahan dijadwalkan diperiksa untuk memperkuat pembuktian. Nasrullah sendiri terancam hukuman pidana penjara serta kewajiban mengembalikan kerugian negara.

Masyarakat desa yang terdampak berharap proses hukum berjalan tuntas sehingga anggaran pembangunan yang seharusnya dinikmati warga dapat kembali dikelola secara bersih di masa mendatang.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.