Mamuju – Kasus dugaan salah diagnosis kembali mencuat di Sulawesi Barat. Seorang pasien di RS Mitra Mamuju dikabarkan mengalami kerugian kesehatan setelah didiagnosis menderita tumor, padahal belakangan diketahui bahwa penyakit yang dialaminya adalah radang usus buntu (appendicitis). Kejadian ini pun menuai sorotan publik dan memunculkan desakan agar pihak rumah sakit memberikan klarifikasi.
Kronologi Dugaan Salah Diagnosis
Kasus ini bermula ketika seorang pasien perempuan berusia 30 tahun masuk ke RS Mitra Mamuju dengan keluhan sakit perut hebat. Dokter yang memeriksanya menyebut bahwa pasien mengidap tumor dan menyarankan tindak lanjut berupa perawatan lanjutan.
Namun, keluarga pasien merasa ada kejanggalan karena kondisi pasien semakin memburuk. Mereka kemudian membawa pasien ke rumah sakit lain untuk mendapatkan second opinion. Hasil pemeriksaan medis kedua menunjukkan bahwa pasien ternyata mengalami radang usus buntu akut yang harus segera ditangani dengan operasi.
“Kalau tidak cepat dibawa ke rumah sakit lain, mungkin kondisinya bisa lebih parah. Kami kaget saat dokter menyebut itu usus buntu, bukan tumor,” ujar salah satu anggota keluarga pasien.
Reaksi Keluarga Pasien
Keluarga merasa kecewa dan menilai kesalahan diagnosis ini sangat merugikan pasien. Selain memperburuk kondisi kesehatan, keluarga juga harus menanggung biaya tambahan akibat tindakan medis yang tidak sesuai.
“Kami bukan hanya dirugikan secara finansial, tapi juga secara psikologis. Bayangkan betapa paniknya kami saat diberitahu tumor, padahal sebenarnya usus buntu,” tambah keluarga pasien.

Baca juga: Pemprov Sulbar Bagikan Bantuan untuk Pengemudi Ojol, Ada Gerakan Pangan Murah Juga
Tanggapan RS Mitra Mamuju
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Mitra Mamuju belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan salah diagnosis tersebut. Namun, sejumlah pihak menilai rumah sakit perlu segera memberikan klarifikasi terbuka untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Pemerhati layanan kesehatan di Mamuju menyebut bahwa dugaan ini harus direspons cepat. “Masyarakat berhak mendapat penjelasan yang transparan. Jika memang ada kesalahan, rumah sakit harus bertanggung jawab sesuai aturan,” ungkap seorang aktivis kesehatan.
Sorotan Publik dan Ombudsman
Kasus ini tidak hanya menjadi pembicaraan di Mamuju, tetapi juga ramai dibahas di media sosial. Banyak warganet menyoroti pentingnya ketelitian tenaga medis dalam memberikan diagnosis. Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat juga disebut akan memantau kasus ini untuk memastikan tidak ada dugaan maladministrasi layanan kesehatan.
Pentingnya Second Opinion
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak ragu mencari second opinion dari tenaga medis lain, terutama jika terdapat keraguan dalam diagnosis. Praktik ini dianggap wajar dalam dunia kesehatan untuk mengurangi risiko salah diagnosis.
Penutup
Dugaan salah diagnosis pasien usus buntu menjadi tumor di RS Mitra Mamuju menambah panjang daftar kasus pelayanan kesehatan yang disorot publik. Kini masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit serta langkah evaluasi yang diambil agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.







