Mamuju, Sulawesi Barat – Aksi pencurian yang meresahkan jamaah masjid di berbagai daerah akhirnya berakhir. Tim Resmob Polresta Mamuju berhasil membekuk seorang pria berinisial MA (27), yang dikenal sebagai pelaku spesialis pencurian telepon genggam di masjid, dalam operasi penangkapan yang dilakukan pada Selasa (5/8/2025).
Pelaku ditangkap setelah menjadi buronan lintas kota selama beberapa bulan terakhir. Dalam aksinya, MA menyasar masjid-masjid besar, terutama saat waktu salat, ketika jamaah sedang khusyuk beribadah dan meletakkan ponsel mereka di sekitar sajadah.
Modus Licik Pelaku: Menyamar Jadi Jamaah
“Pelaku sangat lihai. Ia datang saat salat berjamaah, mengambil posisi di belakang korban, lalu dengan cepat mengambil ponsel yang diletakkan di samping atau depan korban. Setelah itu, ia langsung pergi sebelum salat selesai,” ungkap Kombes Iskandar.
Sudah Beraksi di Beberapa Kota
Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa MA bukan hanya beraksi di Mamuju.
“Ini bukan pelaku biasa. Dia berpindah-pindah kota dan sangat mobile. Karena itu kita kategorikan sebagai pelaku antar-kota,” tambah Kapolres.

Baca juga: Geger! Kades dan ASN di Mamuju Diciduk Satnarkoba karena Sabu
Tertangkap Berkat Rekaman CCTV Masjid
Penangkapan MA tidak lepas dari peran rekaman CCTV di salah satu masjid di Mamuju, yang memperlihatkan wajah pelaku dengan cukup jelas. Video tersebut viral di media sosial dan menjadi petunjuk penting bagi tim penyelidik.
Berdasarkan bukti tersebut, Tim Resmob langsung melakukan penyelidikan mendalam dan berhasil melacak keberadaan MA di sebuah kos-kosan wilayah Simboro. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan.
Ancaman Hukuman Berat Menanti
Kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang bekerja sama dengan MA dalam melakukan aksi pencurian ini.
Imbauan untuk Masyarakat
Polisi mengimbau kepada masyarakat, khususnya jamaah masjid, untuk lebih waspada terhadap barang bawaan saat beribadah.
“Masjid adalah tempat ibadah, tapi bukan berarti bebas dari kejahatan. Waspada adalah kunci utama untuk mencegah jadi korban,” tutup Kapolresta.






